Ketika Angka Ada, tetapi Jawaban Tidak Terlihat
Bayangkan Anda menerima tabel kinerja enam gerai berikut.
| Gerai | Penjualan April, juta rupiah | Target, juta rupiah | Retur, persen |
|---|---|---|---|
| Antapani | 184 | 175 | 2,1 |
| Cibubur | 169 | 170 | 1,8 |
| Denpasar | 191 | 180 | 3,4 |
| Makassar | 176 | 175 | 2,5 |
| Medan | 162 | 165 | 1,9 |
| Semarang | 187 | 185 | 2,2 |
Semua angka yang diperlukan tersedia. Namun, untuk menjawab pertanyaan “gerai mana yang melampaui target paling jauh?”, Anda harus memilih dua kolom, mengurangkan enam pasang angka, lalu membandingkan hasilnya. Tabel bekerja baik untuk mencari nilai tertentu, tetapi belum tentu membantu ketika tugas utama pembaca adalah membandingkan banyak nilai sekaligus.
Sebuah grafik dapat memindahkan sebagian pekerjaan itu dari perhitungan sadar ke penglihatan. Misalnya, penjualan dan target setiap gerai dapat ditampilkan sebagai dua titik pada satu sumbu mendatar. Jarak di antara kedua titik memperlihatkan selisih. Titik penjualan yang berada di kanan titik target menunjukkan pencapaian di atas target. Pembaca tidak lagi harus menghitung seluruh selisih sebelum melihat polanya.
Perubahan tersebut bukan sekadar menghias tabel. Visualisasi adalah pemetaan: suatu nilai atau kategori dari data dititipkan pada ciri yang dapat dilihat. Ciri itu disebut saluran visual. Posisi, panjang, sudut, luas, kepekatan warna, dan rona warna merupakan contoh saluran visual. Mata pembaca kemudian diberi tugas tertentu, seperti menemukan titik paling kanan, membandingkan dua panjang, atau membedakan dua warna.
Untuk membedah grafik, gunakan tabel pemetaan tiga kolom berikut.
| Kolom data | Saluran visual yang memuatnya | Tugas mata pembaca |
|---|---|---|
| Nama gerai | Posisi vertikal dan teks kategori | Menemukan baris gerai yang dimaksud |
| Penjualan April | Posisi titik pada sumbu mendatar bersama | Membandingkan tingkat penjualan antargerai |
| Target | Posisi titik kedua pada sumbu yang sama | Membandingkan target dengan penjualan |
| Status penjualan atau target | Rona warna titik | Membedakan dua jenis nilai |
| Selisih penjualan dan target | Jarak antara dua posisi | Menilai arah dan besar selisih |
Tabel tersebut mengungkap tiga hal. Pertama, satu grafik dapat memuat beberapa kolom data. Kedua, setiap kolom tidak harus memakai saluran yang sama. Ketiga, pilihan saluran menentukan pekerjaan yang harus dilakukan mata. Jika selisih ditunjukkan hanya melalui dua warna yang hampir sama, mata harus menafsirkan warna secara teliti. Jika selisih terlihat sebagai jarak pada satu skala, tugasnya lebih ringan.
Satu kolom juga dapat memakai lebih dari satu penanda. Nama gerai, misalnya, ditunjukkan oleh urutan vertikal sekaligus teks. Pengulangan seperti ini berguna bila membantu pembaca mengenali objek. Sebaliknya, menaruh satu angka sekaligus pada panjang, warna, dan ukuran gelembung dapat menambah keramaian tanpa menambah jawaban.
Mulai sekarang, jangan menilai grafik hanya dari apakah tampilannya menarik. Ajukan tiga pertanyaan: data apa yang dibawa, melalui saluran apa data itu ditampilkan, dan pekerjaan apa yang dibebankan kepada mata? Tiga pertanyaan ini mengubah kritik seperti “grafiknya membingungkan” menjadi diagnosis yang dapat diperbaiki. Kita dapat menunjukkan dengan tepat angka mana yang sulit dibaca, alasan kesulitannya, dan pemetaan apa yang lebih sesuai.