Ketika Angka Belum Menjawab Masalah
Masalah yang tampak sederhana
Sebuah pengelola kelas keterampilan memiliki rekap kehadiran yang lengkap. Dari rekap itu, pengelola mengetahui bahwa sebagian peserta tidak kembali setelah pertemuan kedua. Ia juga dapat menghitung kelas mana yang paling sering ditinggalkan dan pada bulan apa ketidakhadiran meningkat.
Masalah muncul ketika pengelola bertanya, “Apa yang membuat peserta memutuskan tidak kembali?” Rekap kehadiran tidak dapat menjawabnya. Angka menunjukkan pola kejadian, tetapi tidak merekam pertimbangan peserta. Mungkin jadwal berbenturan dengan pekerjaan, penjelasan terlalu cepat, biaya perjalanan terasa berat, atau peserta merasa materi tidak sesuai kebutuhan. Setiap kemungkinan menunjuk pada proses yang berbeda dan dapat menuntut perbaikan yang berbeda pula.
Dalam keadaan seperti ini, menambah tabel belum tentu menambah penjelasan. Pengelola memerlukan bahan yang memuat pengalaman, alasan, urutan kejadian, dan konteks keputusan. Bahan itu dapat berupa wawancara, percakapan layanan, catatan pengamatan, jawaban terbuka, atau dokumen yang merekam bagaimana suatu keputusan dibuat.
Dua keluarga pertanyaan
Pertanyaan bertipe seberapa banyak meminta besaran, frekuensi, proporsi, atau perbandingan terukur. Contohnya:
- Berapa peserta yang berhenti setelah pertemuan kedua?
- Kelas mana yang memiliki ketidakhadiran tertinggi?
- Apakah ketidakhadiran meningkat dibandingkan bulan sebelumnya?
Jawabannya memerlukan data yang dapat dihitung secara konsisten. Peneliti perlu mengetahui apa yang dihitung, satuan pengamatan, dan dasar perbandingannya.
Pertanyaan bertipe bagaimana dan mengapa meminta penjelasan mengenai pengalaman, tindakan, proses, penafsiran, atau kondisi yang membentuk suatu kejadian. Contohnya:
- Bagaimana peserta menilai kecocokan jadwal kelas dengan pekerjaannya?
- Mengapa peserta tertentu memutuskan berhenti setelah mencoba dua pertemuan?
- Bagaimana komunikasi pengajar memengaruhi keputusan peserta untuk kembali?
Jawabannya memerlukan kata-kata atau rekaman tindakan yang cukup kaya untuk memperlihatkan hubungan antara situasi, pertimbangan, dan keputusan.
Perbedaan tersebut tidak berarti angka dan kata harus dipertentangkan. Satu masalah dapat mengandung kedua keluarga pertanyaan. Rekap kehadiran dapat menunjukkan letak pola, sedangkan wawancara dapat menjelaskan bagaimana pola itu terbentuk. Yang perlu dihindari adalah meminta satu jenis data menjawab pertanyaan yang tidak dapat dijangkaunya.
Apa yang dapat dan tidak dapat diberikan data kualitatif
Data kualitatif dapat membantu peneliti mengenali cara orang memberi makna, menjelaskan rangkaian peristiwa, membandingkan pengalaman, serta menemukan kondisi yang mengubah suatu tindakan. Data ini berguna ketika jawaban bergantung pada konteks dan tidak cukup diwakili oleh kategori yang sudah ditentukan sebelumnya.
Namun, data kualitatif tidak dengan sendirinya memberi tahu persentase kejadian dalam populasi. Lima orang yang menguraikan hambatan transportasi secara mendalam dapat menunjukkan bagaimana hambatan itu bekerja dalam pengalaman mereka. Bahan tersebut tidak otomatis membuktikan bahwa hambatan yang sama dialami oleh sebagian besar peserta.
Sebaliknya, rekap yang lengkap dapat memberi jumlah ketidakhadiran secara tepat tanpa menjelaskan alasan di baliknya. Kelengkapan angka dan kedalaman penjelasan merupakan mutu yang berbeda. Keduanya harus dinilai berdasarkan pertanyaan yang hendak dijawab.
Keputusan awal sebelum membaca transkrip
Sebelum mengolah data, rumuskan keputusan penelitian dalam satu kalimat: apakah hasil yang dibutuhkan berupa besaran kejadian atau penjelasan tentang proses dan alasan? Jika yang dibutuhkan adalah besaran, siapkan data yang dapat dihitung. Jika yang dibutuhkan adalah penjelasan, periksa apakah bahan memuat pengalaman, tindakan, konteks, dan alasan yang relevan.
Keputusan awal ini mencegah dua kekeliruan: memaksa kutipan menjawab pertanyaan tentang jumlah serta memaksa tabel menjawab pertanyaan tentang makna. Dengan mengetahui jenis jawaban yang dicari, peneliti dapat memilih bahan dan cara analisis yang sesuai sejak awal.